Monggo mampir...
Teknologi

Mahalkah Online?

online
Internet merupakan salah satu kebutuhan pada saat sekarang ini. Berbagai informasi tersedia secara luas. Mulai dari cerita lucu, bagaimana mengasuh anak, resep makanan, informasi teknologi informatika terbaru, jual beli barang, fasilitas email, hingga chating bersama teman-teman. Melalui internet, jauhnya jarak secara geografis dapat teratasi. Luar kota, luar pulau hingga luar negeri pun terasa dekat. Tidak ada satu detik, informasi kita bisa diakses secara luas.
Internet merupakan salah satu kebutuhan pada saat sekarang ini. Berbagai informasi tersedia secara luas. Mulai dari cerita lucu, bagaimana mengasuh anak, resep makanan, informasi teknologi informatika terbaru, jual beli barang, fasilitas email, hingga chating bersama teman-teman. Melalui internet, jauhnya jarak secara geografis dapat teratasi. Luar kota, luar pulau hingga luar negeri pun terasa dekat. Tidak ada satu detik, informasi kita bisa diakses secara luas.
Beecakap-cakap dengan teman-teman atau istilah kerennya chatting merupakan fasilitas yang disediakan di internet. Kita bisa memanfaatkan fasilitas itu dengan sangat murah. Bahkan lebih mural dari pada sms. Adanya program yang bisa diinstal di dalam ponsel menjadi sarana untuk online. Tidak menutup kemungkinan seperti yang saya lakukan yaitu menjadikan HP sebagai modem laptop. Mahalkah untuk menggunakan fasilitas itu? Ternyata tidak, vendor kartu seluler kian menurunkan harga saing pasar seluler. Hingga menyediakan program khusus. Misal M3 menyediakan program akses internet Rp.1/kb artinya jika kita mengakses internet pulsa kita akan berkurang jika kita mendownload 1kb. Jika kita hanya chatting, maka kita tidak lebih akan mengeluarkan pulsa kita sebesar kilobyte yang kita download. Saya Online dan chatting selama satu setengah jam hanya menghabiskan pulsa tidak lebih dari seribu. Jadi untuk Online dan bercakap-cakap dengan teman-teman cukup dengan seribu perak. Jika untuk sms pasti hanya dapat mengirimkan 3 sms. Jika chatting kita  bisa berjam-jam dan bisa membahas gosip, kerja, curhat dengan teman-teman.
M3 menyediakan fasilitas Rp1/kb, ada juga Jagoan keluaran indosat menyediakan 3kb/Rp, selain itu XL, simpati, dan juga vendor seluler berbasis CDMA menyediakan content internet masing-masing. Adapun beberapa program yang dapat diinstal pada ponsel antara lain IM+, yahoo messanger, Mig33 dan program chatting lainnya.
Intinya, akses internet sekarang menjadi kebutuhan. Dan mendapat teman baru lewat internet bisa saja dilakukan melalui chatting yang hanya akan menguras sedikit pulsa kita. So, bagi temen-temen yang mau mencobanya, silakan... 

Pergaulan Internet, Bagaimana Pendapatmu?

Pertama ketika bertemu dan bergelut dengan internet, serasa kagok dan tak bersahabat. Apa lagi ketika tau bahwa terdapat berbagai kebohongan dan pemalsuan identitas. Serasa ingin menjaga diri dari kepalsuan dunia maya ini.
Pertama ketika bertemu dan bergelut dengan internet, serasa kagok dan tak bersahabat. Apa lagi ketika tau bahwa terdapat berbagai kebohongan dan pemalsuan identitas. Serasa ingin menjaga diri dari kepalsuan dunia maya ini. Begitu dengan saya, ketika mengisi formulir pendaftaran/registrati saat saya membuat email hal omong kosong yang aku ketik. Identitas palsu dari diriku sendiri. Selain takut jika terjadi apa-apa, juga takut jika ada hal yang berbayar.
Perasaan tidak percaya semakin tinggi, ketika mengenal istilah hacking. Hal yang dianggap selalu negatif dan erat dengan cybercrime. Ketika lebih mengelan dekat tentang hacking, bagaimana, siapa, kapan, dengan apa, akibatnya, dan cara pencegahan membuat saya semakin merahasiakan diri dalam dunia maya.
Namun, hal itu mulai sirna saat dapat berkirim email serta berbalas dengan teman dan orang lain. Tapi jika itu orang lain, rasa tak percaya pasti ada. Karena memang saya tidak mengenal lebih. Begitu pula dengan teman sendiri. Walaupun ada sedikit rasa percaya, tapi jika tidak menatap dan mendengar langsung komunikasi, maka saya tidak bisa merasakan dan melihat respon melalui gerak, raut muka, gerak bibir, dan perasaan lawan bicara. Sehingga bohong atau tidak kita kurang mengtahuinya.
Ada juga beberapa peristiwa yang membuat saya menjadi agak percaya. Ketika ibook saya rusak. Dari situ, saya mencari solusi lewat internet. Baik secara manual maupun pendapat. Akhirnya saya ikut forum mac user di indonesia. Mula-mula memang tidak percaya, yang akhirnya ada seseorang yang saya invite untuk chating. Alhamdulillahnya beliau baik, Steven namanya. Respon untuk membantu dan akhirnya bersedia mengirimkan CD OS buat ibook saya. Namun, ketika datik-detik hari yang dijadwalkan barang sampai ternyata belum sampai juga. Solusi akhirnya meminta nomor pengiriman ke Steven. Beliau bersedia mengirim dengan sms ke hp ku. Namun setelah ditunggu, ternyata tidak aku terima. Rasa tidak percaya kembali  hadir. Dan akhirnya aku relakan semuanya, padahal memang kondisi membutuhkan ibook untuk bekerja. Selang beberapa hari, ternyata kiriman CD dari Steven datang, Alhamdulillah, ternyata masih ada orang yang baik di dunia ini. Hal itu membuat aku terharu, karena sudah tidak mempercayainya. Tidak tau apakah aku mengganggu beliau, atau memang beliau sibuk. Itulah, mengapa saya lebih memilih untuk langsung berhadapan ketika berkomunikasi.
Hal lain yang membuat aku bertambah percaya bahwa dunia maya tidak selamanya bohong adalah ketika teman-teman forum berkumpil dalam acara gathering di Semarang. Bisa berkomunikasi langsung dan bukan hanya bertemu lewat layar kaca. Hal lain yang menginspirasikanku untuk mendokumentasikannya ialah prosesi salah satu temanku saat dia mendapatkan belahan hatinya. Internetlah yang menyatukan mereka, selain itu kepercayaan dan rasa yakin yang membuat mereka sampai sekarang bersatu.
Namun akhir-akhir ini, perasaanku terhadap internet kembali kabur. Ketika sahabat yang berada di negara seberang memaki-maki dan marah-marah tanpa alasan dan pemberitahuan sebelumnya. Tanpa menjelaskan alasan dan meminta pertimbangan. Huh! Biar sajalah, memang persepsi beda dan rasa mengharigai yang patut diberikan.
Aku  orang jawa, yang notabene jika diajak orang lain ngobrol atau dalam internet chating, maka kewajibanku membalasnya. Serasa tidak menghargai jika aku tidak merespon dengan cara menjawabnya. Namun pertanyaannya, berdosakah ketika kita mengabaikan teman kita yang ingin ngobrol? Jika kita serasa tidak tahu dan memang tidak merespon sedikitpun serasa kita tidak memiliki unggah-ungguh tatakrama. Terus bagaimana kita menghadapinya? Menurut saya sih, kita harus bisa terus terang dan memberi penjelasan keadaan dan kondisi serta apa yang kita inginkan. Bukan langsung tidak merespon sama sekali. Memang itu hak, tapi jika dinilai dari tata krama, maka itu hal yang negatif. Pertanyaan lagi, bagaimana perasaan jika kita diacuhkan?
Kecewa? Senang? Biasa saja? Ato….?
Semua kembali ke persepsi kita. Tidak ada yang benar dan salah, semua adalah apa yang kita anggap.