Celoteh Tentang Pendidikan
Celoteh Tentang Pendidikan
05/06/07 23:50 Filed in: Umum
Mulai dari
kecil kita telah mendapatkan pendidikan. Saat membuka
mata pendidikan kasih dan sayang orang tua bisa kita
rasakan hingga sampai detik ini. Semakin kita tumbuh,
pendidikan semakin tinggi dan luas. Namun apakah kita
sadar bahwa pendidikan dapat mempengaruhi kita jika
kita tidak dapat memilah dan memilih?
Mulai dari kecil kita telah mendapatkan pendidikan. Saat membuka mata pendidikan kasih dan sayang orang tua bisa kita rasakan hingga sampai detik ini. Semakin kita tumbuh, pendidikan semakin tinggi dan luas. Namun apakah kita sadar bahwa pendidikan dapat mempengaruhi kita jika kita tidak dapat memilah dan memilih?
Saat kita duduk di bangku taman kanak-kanak kita mendapat pelajaran dengan cara bermain. Hingga kita dapat tertawa, diam, senyum, teriak bahkan menangis. Pelajaran mengajarkan moral sebagai anak kecil. Agar kelak dewasa memiliki moral dan budi pekerti yang baik. Tak jauh beda beberapa awal tahun kita duduk di bangku sekolah dasar. Pendidikan moral dan mulai ke ilmiah.
Namun, kurikulum pendidikan Indonesia memiliki tujuan untuk mengajarkan masyarakat Indonesia dari usia dini tentang dasar yang menjadi landasarn atau yang dianggap benar oleh Indonesia. Kita tidak dapat berpikir leluasa mengenai sebuah sistem atau konsep lain. Pernahkah kita merasa bahwa selain dasar negara Indonesia itu salah bahkan hingga membenci? Sebuah pandangan bagaimana anggapan kita antara Pancasila dan Komunisme? Tentunya kita menganggap pancasila yang baik dan langsung menganggap komunisme adalah ajaran salah. Ajaran yang tidak bertuhan dan salah. Namun apakah dalam kehidupan nyata kita menemukan mana yang benar?
Tidak hanya pada saat kita dalam usia dini atau muda. Ketika kita berusia dewasa pun doktrinasi terhadap pemikiran kita masih saja ada. Pikiran kita tidak dapat bebas dan mencoba menemukan teori dan konsep pikir lain yang relatif benar. Relatif dalam arti menurut pemikiran masing-masing. Kita tidak dapat memaksakan kehendak pada tiap manusia. Kerangkeng yang membelenggu pemikiran masyarakat Indonesia menjadikan tidak ada perkembangan. Hanya ini dan ini saja.
Belajar tidak hanya dalam ruang lingkup bangku sekolah. Belajar adalah proses mengerti alam dan lingkungan. Tidak hanya teori dari balik buku. Penemuan dan penemuan harus menjadi dasar berpikir. Menjadikan masyarakat mulai dari tidak tahu menuju proses tahu dan mengerti.
Mulai kapan kita akan bebas? dengan konsep pendidikan yang masih saja seperti saat ini? Ketidakupdatean teori oleh pendidik, kepasifan pikiran oleh siswa didik, dan keterbatasan fasilitas oleh negara. Kapan Indonesia berubah? berubah dari pendidikan yang merupakan landasan?
Mulai dari kecil kita telah mendapatkan pendidikan. Saat membuka mata pendidikan kasih dan sayang orang tua bisa kita rasakan hingga sampai detik ini. Semakin kita tumbuh, pendidikan semakin tinggi dan luas. Namun apakah kita sadar bahwa pendidikan dapat mempengaruhi kita jika kita tidak dapat memilah dan memilih?
Saat kita duduk di bangku taman kanak-kanak kita mendapat pelajaran dengan cara bermain. Hingga kita dapat tertawa, diam, senyum, teriak bahkan menangis. Pelajaran mengajarkan moral sebagai anak kecil. Agar kelak dewasa memiliki moral dan budi pekerti yang baik. Tak jauh beda beberapa awal tahun kita duduk di bangku sekolah dasar. Pendidikan moral dan mulai ke ilmiah.
Namun, kurikulum pendidikan Indonesia memiliki tujuan untuk mengajarkan masyarakat Indonesia dari usia dini tentang dasar yang menjadi landasarn atau yang dianggap benar oleh Indonesia. Kita tidak dapat berpikir leluasa mengenai sebuah sistem atau konsep lain. Pernahkah kita merasa bahwa selain dasar negara Indonesia itu salah bahkan hingga membenci? Sebuah pandangan bagaimana anggapan kita antara Pancasila dan Komunisme? Tentunya kita menganggap pancasila yang baik dan langsung menganggap komunisme adalah ajaran salah. Ajaran yang tidak bertuhan dan salah. Namun apakah dalam kehidupan nyata kita menemukan mana yang benar?
Tidak hanya pada saat kita dalam usia dini atau muda. Ketika kita berusia dewasa pun doktrinasi terhadap pemikiran kita masih saja ada. Pikiran kita tidak dapat bebas dan mencoba menemukan teori dan konsep pikir lain yang relatif benar. Relatif dalam arti menurut pemikiran masing-masing. Kita tidak dapat memaksakan kehendak pada tiap manusia. Kerangkeng yang membelenggu pemikiran masyarakat Indonesia menjadikan tidak ada perkembangan. Hanya ini dan ini saja.
Belajar tidak hanya dalam ruang lingkup bangku sekolah. Belajar adalah proses mengerti alam dan lingkungan. Tidak hanya teori dari balik buku. Penemuan dan penemuan harus menjadi dasar berpikir. Menjadikan masyarakat mulai dari tidak tahu menuju proses tahu dan mengerti.
Mulai kapan kita akan bebas? dengan konsep pendidikan yang masih saja seperti saat ini? Ketidakupdatean teori oleh pendidik, kepasifan pikiran oleh siswa didik, dan keterbatasan fasilitas oleh negara. Kapan Indonesia berubah? berubah dari pendidikan yang merupakan landasan?
